PUTRA INDONESIA MENJADI KAPTEN U-15 REAL MADRID

Olahraga

Kabar gembira sedang berhembus ke tanah air Indonesia dengan keberhasilan salah satu putra terbaik bangsa terpilih menjadi kapten sepak bola Real Madrid U-15. Ini menjadi berita yang membawa angin sejuk ditengah keruh keringnya prestasi sepak bola Indonesia yang masih jauh dari harapan.  Karena anak bangsa mampu bersaing dengan jutaan anak di dunia untuk dapat bermain di salah satu klub sepak bola terbaik di dunia. Siapakah sosok tersebut yang pada waktu sekarang sedang menjadi buah bibir bagi masyarakat baik di media sosial dan media massa.

Namanya adalah Daffa Imran kelahiran 18 Agustus 1999 silam dan sampai sekarang masih tercatat menjadi siswa kelas X SMA Negeri 8 Kota Bekasi. Bakat Daffa sudah tampak sejak usianya baru memasuki 10 Tahun saat ikut berlatih di MS Futsal yang kemudian dilanjutkan dengan bergabung dengan SSB MBSS yang kemudian pindah lagi untuk bergabung dengan  Imran Soccer Academy (ISA). Bakatnya ini mengantarkan dia untuk dapat turut serta memperkuat timnas Indonesia U-13 dalam ajang Yahama Cup 2011 yang berlangsung di Thailand dan mampu menduduki peringkat kedua. Kemudian tampil lagi dalam ajang Kanga Cup Australia 2011 yang pada akhir kejuaraan mampu menduduki juara ke – 2.

Terus pada tahun yang sama Daffa ikut memperkuat Indonesia dalam Ajang final dunia Danone Cup 2011 di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid. Pada kejuaran tersebut Daffan menjadi pencetak gol terbanyak dengan mengalahkan dari berbagai kontestan yang turut dalam kejuaraan. Ini memberikan gambaran akaan bakat besar yang terpendalam dirinya sebagai pemain sepak bola. Apalagi ia sangat mengidolakan Andreas Ineasta yang menjadi pemain sepak bola kelas dunia dengan berbagai prestasi yang telah ditorehkannya.

Kemudian yang mengantarkan Daffan untuk dapat mengikuti seleksi menjadi pemain di Madrid itu berawal dari keikut sertaan dalam turnamaen di Spanyol bersama Tim ISA. Pasca turnamen tersebut ia mengikuti seleksi untuk menjadi pemain  Real Madrid yang selanjutnya selama satu tahun dalam berlatih akhirnya mengantarkannya menjadi kapten tim. Penunjukan ini menjadi bukti dari bakat besar yang dimiliki oleh Daffan dalam bermain bola.(viva, detik, kompas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *