Bali Menyapa Dunia Dengan Pertanian Organik

Nangluk Merana di Tabanan bersama raja

Nangluk Merana di Tabanan bersama raja

Bali lebih dikenal warga dunia dari pada Negara Indonesai itu sendiri. Hal ini dilatar belakangi dengan daya tarik keindahan yang diberikan oleh Bali yang disebut sebagai pulau dewata. Apalagi dengan bibir pantai yang memberikan keindahan yang tiada tara dengan pasir putihnya dan ombak laut yang akan sangat memanjakan bagi para pecinta olah raga laut. Sehinga dari tahun ke tahun ribuan wisatawan asing rela datang dari belahan dunia untuk berlibur di pulau dewata yang memberikan surga dunia.

Namun ada hal yang berbeda dengan pulau Bali karena akan segera menjadi provinsi percontohan pertanaian yang menggunakan pupuk organik. Kebijakan ini sudah mulai dari sekarang oleh pemerintah Bali dengan membuat komunitas untuk dapat mencapai cita – cita tersebut dengan mengumpulkan peternak sapi. Sebagaiamana yang berada dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, bahwa dari total rumah tangga, 69,98% rata-rata memiliki 1 hingga 2 ekor sapi.

Ada 60,94% rumah tangga yang memelihara sapi dengan tujuan untuk pengembangbiakan dan 81,78% di antaranya mengusahakan dengan cara dikandangkan. Umumnya, mereka mencari pakan sendiri untuk ternaknya. Nah, mereka inilah yang kemudian dihimpun menjadi anggota kelompok Simantri, yang kini di seluruh Bali sudah ada 479 kelompok Simantri.

Setiap kelompok memiliki jumlah anggota yang berbeda – beda tergantung keberadaan lokasi dimana mereka tinggal. Sebab mempengaruhi dari mana peternak akan mendapatkan pakan ternaknya. Misalnya saja di Kelurahan Lukluk, Mengwi, Kabupaten Badung ada 28 ekor sapi. Namun jumlah sapi itu untuk menghasilkan pupu organik sebagai pemenuhan pertanian setempat masih kurang. “Maka kami bekerjasama dengan kelompok Simantri dari daerah lain untuk dapat menutup kekurangan, “ ujar Ngurah Susila Bawa.

Kebijakan penggunaann pupu organik tersebut sebagai gagasan dari guberner bali Made Mangku Pastika untuk menjadikan pertanian bebas limbah. Ditambah lagi dengan adanya integrasi dengan prodak pertanaian yang kemudian menjadi makanan yang organik dan menjadi salah satu tujuan wisata yang dapat dinikmati wisatawan. Sehingga apa yang dilakukan oleh Provinsi Bali telah menjadi percontohan bagi wilayah Indonsia yang lain (kompasiana.com).

Leave a Reply