Sang Pembuat Game Facebook: Fajar Budiprasetyo

cropped-title

cropped-title

Bagi pengguna media sosial facebook pada waktu sekarang ini akan semakin dimanjakan dengan keberadaan game yang ada di dalamnya. Sehingga tidak perlu repot lagi untuk dapat bermain game dengan memainkan di web lainnya cukup dengan memiliki akun facebook saja. Namun belum banyak yang mengetahui bahwa pembuat game pertama di facebook itu adalah orang Indonesia.

Dialah Fajar Budiprasetyo putra asli Indonesia dan hidupnya diabdikan untuk membuat game. Salah satu karyanya yang paling dikenal dunia adalah game Chronicles of The Fallen, yang dimainkan di Facebook dan MySpace. Hal ini menggambarkan karyanya yang telah di akui oleh dunia internasional.

Kemudian lewat timnya yang berada dibawah bendera perusahaan PT SkyEight dia mulai melebarkan sayap untuk membuat karya game. Lantas awal mula dia mendapat pekerjaan besar dari media sosial terbesar di dunia untuk membuat game dengan karakter yang beda. Dimana dalam game tersebut bercerita mitologi dimana dalam tokoh – tokoh tersebut ada pangeran, putri, dan monster di zaman dulu. Dalam pembuatan game ini Fajar dan timnya harus dapat menyelesaikannya dalam waktu tiga bulan saja.

Waktu tiga bulan bukanlah waktu yang lama untuk membuat game yang bercerita masa silam yang mitologis. Sehingga perlu melalukan penelitian yang cukup panjang dan mendalam agar mendapat pengetahuan yang tentang mitologi tersebut. Sedangkan kesulitan yang cukup banyak menyita waktu itu adalah membuat detail-detailnya dan repot dari segi teknisnya.

Sedangkan untuk pekerjaan  gambar dan ilustrasi diserahkan kepada orang lain di Bandung. Karena dia dan timnya tidak memiliki kemampuan yang baik untuk dapat membuat gambar dan ilustrasi. Sehingga pada waktu peluncuran game pertama kali di facebook dia tidak mengetahui bentuk akhir dari game tersebut.

Disisi lain Fajar secara pribadi mengungkapkan bukanlah penggemar game. Malahan dia dalam hidupnya tidak pernah memainkan sebuah game. Namun dia hanya membuat game yang dipesan oleh klien dan dolarpun mengalir ke kantonngya. “saya hanya pembuat game saja”, ujar  lulusan Universitas Ohio ini.

Leave a Reply