Menolong Membut Umur Lebih Panjang

Kesehatan

03_juara-3_aris-pramono_-054-b-membantu

Manusia adalah makhluk sosial yang menjadikannya harus saling membantu satu sama lainnya. Sebab itulah fitrah yang dimilikinya sejak lahir dan manusia itu tidak bisa hidup sendiri dalam dunia. Oleh sebab itu kalau kita kembali pada masa sekolah dasar para guru sering mendidik untuk peduli kepada sesama. Hal ini penting sekali sebagai bentuk tanggung jawab kepada sesama yang lagi membutuhkan. Sedangkan kita mampu untuk dapat memberikan bantuan dalam hal yang baik.

Namun belum banyak orang yang mengetahui kalau kita banyak menolong itu akan membuat hidup kita akan lebih panjang. Hal ini masih sedikit yang diketahui oleh kita pada umumnya. Sebagaimana yang di rilis oleh  Health Me Up (04/12) ada beberpa manfaat bagi orang yang suka menolong.

  1. Membuat panjang umur

Membantu orang lain, termasuk membantu membersihkan rumah dan melakukan pekerjaan rumah tangga diketahui bisa membuat panjang umur. Penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang saling membantu dalam pekerjaan rumah tangga berusia lebih panjang dibandingkan dengan pasangan yang tak saling membantu.

  1. Mengurangi stres

Penelitian juga menunjukkan bahwa perilaku yang kasar bisa meningkatkan stres pada diri sendiri. Begitu juga dengan orang yang terlalu pelit. Orang yang pelit mengalami peningkatan hormon stres cortisol dalam tubuhnya. Sementara itu, menjadi dermawan dan suka membantu orang lain memberikan efek sebaliknya. Menjadi dermawan akan mengurangi tingkat stres dan produksi hormon stres pada tubuh.

Membantu orang lain, terutama orang asing, akan membantu tubuh Anda untuk melepaskan oxytocin atau disebut juga hormon cinta. Hormon ini akan membantu menurunkan stres dan meningkatkan kepercayaan terhadap orang lain. Ini juga alasan mengapa orang yang dermawan dan suka membantu orang lain menjadi berusia panjang dan lebih bahagia.

  1. Menurunkan tekanan darah

Penelitian menemukan bahwa orang yang suka membantu orang lain memiliki tekanan darah yang lebih rendah dan terkontrol. Peneliti juga menemukan bahwa orang yang memberikan bantuan pada orang lain juga sering mendapatkan bantuan ketika dia membutuhkannya.

  1. Menurunkan risiko depresi

Rajin membantu orang lain dan dermawan juga membuat orang jauh dari depresi. Penelitian mengungkap bahwa orang yang mengalami trauma dan masalah mental biasanya akan lebih cepat membaik ketika terlibat dalam acara amal dan menjadi sukarelawan untuk acara sosial.

Itulah beberapa manfaat membantu orang lain dan menjadi dermawan untuk kesehatan. Ketika orang membantu orang lain, baik secara fisik, materi, atau mental, tubuh mereka mengeluarkan zat kimia seperti dopamine yang membuat tubuh lebih tenang. Ini akan membuat orang tersebut lebih bahagia, terhindar dari stres, depresi, penyakit jantung, dan lainnya. (merdeka.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *