Rempah-Rempah Pencegah Kanker

Kesehatan

rempah2

Indonesia di jajah oleh bangsa Eropa, karena pencarian akan sumber rempah-rempah yang di daratannya belum bisa di produksi sendiri. Kemudian apakah manfaat dari rempah-rempah itu? sehingga bangsa itu menjajah kenusantara begitu lama. Bagi masyarakat umum rempah-rempah sebagian bahan makanan agar mendapat cita rasa yang lezat. Namun seiring dengan kemajuan ilmu pengatahuan dan teknologi keberadan rempah-rempah di teliti lebih mendalam. Dan dari hasil penelitian yang baru-baru ini ternyata ada beberapa rempah-remapah itu memiliki khasiat yang lebih yaitu sebagai pencegah kanker.

Ini salah satu dari kemajuan dari apa yang telah di hasilkan oleh manusia abad ke-21. Yang banyak melakukan percobaan untuk menghasilakn dan mengembangkan obat alami. Sebab pada era sekarang perkembangan berbagai penyakit mudah diderita manusia sekarang. Dengan berbagai penyebab dan dibandingkan dengan masa lalu, pada waktu sekarang ini lebih banyak. Sehingga para ilmuwan melakukan riset. Lantas rempah-rempah apa saja yang dapat mencegah kanker itu:

  1. Jahe

Jahe telah lama dikenal dalam pengobatan alternatif untuk mengobati bermacam-macam keluhan kesehatan, seperti pilek, batuk, mual sampai sembelit. Jahe dapat digunakan dalam bentuk segar maupun bubuk bahkan manisan. Dalam bentuk berbeda, jahe mempunyai rasa dan aroma sedikit berbeda. Secara umum, Anda dapat mengganti 1/8 sendok teh jahe bubuk dengan satu sendok makan jahe parut segar atau sebaliknya. Mengkonsumsi jahe dengan varian pengolahannya, terutama untuk minuman, dapat memberikan kenyamanan pada perut mual selama pengobatan kanker.

  1. Kayu Manis

Bumbu dapur ini memiliki sensasi hangat dan merupakan sumber antioksidan yang baik. Kayu manis umumnya digunakan pada masakan Mediterania dan sering dijumpai sebagai bahan utama dalam bumbu masakan Italia. Anda dapat menggunakannya untuk menambah rasa pada sup, pasta tomat, roti, dan sebagai bumbu pada masakan tinggi protein seperti unggas, daging sapi, dan domba. Kayu manis membantu proses detoksifikasi pada penderita kanker, meringankan gangguan pencernaan, perut kembung, kehilangan nafsu makan, dan masalah pencernaan lain. Cobalah minum tiga cangkir daun kayu manis setiap hari untuk membantu mengatasi masalah ini.

  1. Kunyit

Kunyit, seperti juga jahe, merupakan bumbu dapur berbentuk umbi. Kunyit banyak digunakan sebagai bumbu kari yang memberikan rasa yang khas. Curcumin adalah senyawa aktif yang ada dalam kunyit, yang dikenal luas mempunyai sifat antioksidan dan anti-inflamasi, yang berpotensi melindungi sel tubuh terhadap perkembangan kanker. Suplemen ekstrak kunyit saat ini sedang dipelajari untuk melihat khasiat kunyit sebagai pencegah dan pengobatan beberapa jenis kanker, seperti kanker usus besar, prostat, payudara, dan kanker kulit.

  1. Bawang Putih

Bawang putih memiliki kandungan sulfur yang tinggi dan merupakan sumber arigin, oligosakarida, flavonoid, dan selenium yang semuanya bermanfaat bagi kesehatan. Senyawa aktif bawang putih, yang disebut allicin, memberikan bau yang khas saat bawang diiris, dicincang, atau ditumbuk. Beberapa studi menunjukkan bahwa meningkatkan asupan bawang putih mengurangi risiko kanker perut, usus besar, esofagus, pankreas, dan payudara. Tampaknya bawang putih dapat melindungi dari kanker melalui beberapa mekanisme, di antaranya menghambat infeksi bakteri dan pembentukan zat penyebab kanker, meningkatkan perbaikan DNA, dan menginduksi kematian sel. Bawang putih membantu detoksifikasi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta membantu mengurangi tekanan darah tinggi.

  1. Cabai

Cabai mengandung capaisin, senyawa yang dapat mengurangi rasa sakit. Ketika capaisin dioleskan pada kulit yang sakit, hal ini menyebabkan pelepasan bahan kimia yang disebut substance P sehingga mengurangi rasa sakit pada area tersebut. Dalam dunia pengobatan modern, capaisin kini digunakan sebagai bahan utama salep untuk mengobati nyeri neuropatik, yaitu nyeri yang sangat mengikuti jalur saraf setelah operasi kanker. Manfaat lain dari cabai adalah membantu masalah gangguan pencernaan. Hal ini tampaknya berlawanan dengan instuisi kita, tapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa menelan sejumlah kecil cabai dapat mengurangi gangguan pencernaan.

  1. Pepermin

Pepermin telah digunakan selama ribuan tahun untuk mengurangi gangguan pencernaan seperti kram perut, diare, mengurangi gas dan keracunan makanan. Pepermin berguna untuk menenangkan otot-otot perut dan meningkatkan aliran empedu sehingga makanan mudah dicerna dalam perut. Jika kanker atau pengobatan kanker menyebabkan sakit perut, cobalah minum secangkir teh pepermin yang sekarang ini bisa kita jumpai di supermarket. Anda juga dapat membuat sendiri dengan merebus daun pepermin kering dalam air mendidih, biarkan beberapa menit sampai terlihat pekat. Pepermin juga dapat meringankan sakit tenggorokan atau sariawan efek dari kemoterapi dan radiasi.

 

Sumber: tempo.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *