Ika Menjadi Juara Dunia Wing Chun

Olahraga

wing chun

Bagi penggemar olahraga bela diri mungkin telah tidak asing lagi dengan Wing Chun sebagai olah raga yang berasal dari negari tirai bambu atau yang lebih dikenal dengan Cina. Di Indonesia seni bela diri ini, telah menyebar di wilayah nusantara karena memiliki ciri khas yang berbeda dengan seni bela diri yang lain. Ciri khasnya itu, Wing Chun mengajarkan untuk bertarung dengan jarak dekat dengan lawannya. Sedangkan untuk seni bela diri yang lain tidak mengajarakan yang seperti itu secar sepesifik. Dengan kekhasan itu, mengakibatkan Wing Chun menjadi seni bela diri yang menyebar ke pelosok dunia, termasuk Indonesia.

Hal ini terbukti banyak masyarakat Indonesia yang menekuni seni bela diri ini. Dan belum lama ini ada kabar yang menggembirakan bagi bangsa Indonesia. Kalau atlit Wing Chun Indonesia mendapat juara dunia dari empat atlit yang dikirim. Mereka adalah Ika Sirana untuk kategori taoulo/ perempuan, Destyan Adiwasesa pada kategori taoulo/ laki-laki, sedangan Hartono Lukidi dan Cristhoper Salim untuk kategori chi sao. Namun hanya dua orang saja yang mendapat juara, yaitu Ika sebagai juara pertama perempuan dan destyan mendapat juara kedua laki-laki. Dan untuk dua orang lagi hanya sampai pada babak semifinal.

Pada kejuaraan dunia yang di adakan di Hongkong pada 12 April 2014 lalu. Para atlit Indonesia harus bersaing dengan atlit dari belahan dunia yang lain, termasuk dari asal mula seni bela diri ini, yaitu Cina. Namun hal itu, tidak membuat minder dengan bersaing dari atlit-atlit negara lain. Ini terbukti ada yang mendapat gelar juara dunia.

Penyelenggara acara ini adalah Ving Tsun Athletic Association (VTAA) sebuah lembaga tertinggi di dunia untuk Wing Chun. Kejuaraan dunia pada tahun ini sebagai kejuaraan yang kedua kalinya setelah tahun lalu diadakan. Dan  Bagi Indonesia keikutsertaan pada tahun ini sebagai yang pertama tapi, langsung menorehkan berprestasi.

Ini mennunjukan, kalau atlit Wing Chun Indonesia mempunyai kualitas yang di akui dunia. Meskipun pada awalnya pengiriman atlit ini hanya sebagai ajang pengenalan dan untuk dapat mengetahui seberapa jauh kemampuan yang dimiliki. Hal ini memberikan angin segar untuk kedepannya akan banyak lagi atlit Wing Chun Indonesia yang dapat menorehkan prestasi dunia.

Sumber: kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *