Pembuat Limbah Nuklir Menjadi Kontainer: Dr. Ir. Yudi Utomo Imardjoko

nuklir

 

Namanya sudah tidak asing lagi di kalangan ilmuwan nuklir Indonesia, apalagi pekerjaannya sebagai seorang pendidik di UGM. Namanya adalah Dr. Ir. Yudi Utomo Imardjoko kelahiran Yogyakarta, pada 15 Maret 1963. Namun dia sebenarnya juga dikenal oleh dunia pasca menemukan kontainer limbah nuklir. Karena kalau mau mundur kebelakang sekitar tahun 1997, dia mendapat tawaran pekerjaan dari 2 perusahan besar Amerika Serikat dengan gaji yang tinggi. Tawaran itu dia tolak dan lebih memilih mengabdikan diri menjadi pengajar di almamaternya.

Sikap itu menunjukan sikap nasionalisme darinya tidak luntur dengan tumpukan uang. Sedangkan untuk penemuannya ini sangat menolong untuk negara yang telah menerapkan teknologi nuklir, terutama pengelolaan limbah. Walapun untuk teknologi nuklir sendiri di Indonesia belum digunakan sebagai salah satu energi alternatif.

Untuk awal mula pembuatan limbah nuklir menjadi kontainer ini bertlatar belakang tender yang di adakan oleh pemerintah Amerika pada tahun 2005. Karena dari tahun ketahun limbah yang di simpan digudang itu semakin meningkat dan itu sangat mengkhawatirkan. Oleh sebab itu pemerintah Amerika membuat tender yang dapat memanfaatakan limbah menjadi barang yang lebih berguna yaitu kontainer.

Salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk bisa diterima rancangan pembuatan kontainer itu adalah harus tahan selama 10.00 tahun. Pada waktu itu, dia berlomba dengan ilmuwan dunia untuk dapat memenangkan tender. Sebab tender itu untuk  membuat kontainer dengan jumlah 12.000.

Di tender itu, Yudi merangkul Nuclear Assurance Corporation (NAC), sebuah perusahaan asli negara itu. Sedangkan untuk pembauatan kontainer di Indonesia dia bekerjasama dengan Boma Bisma Indra (BBI). Untuk rumus dalam pembuatan kontainer ini, dia menggunakan temuannya saat masih menjadi mahasiswa di Iowa State University.

Karena menurut Yudi hitungan  dia itu  paling baik dari pada teman lain. Hal ini yang memberikan pendapat adalah Prof Danniel Bullen sebagai pembimbingnya. Oleh sebab itu  bangsa Indonesia patut berbangga dengan kemampuan anak bangsa yang di akui dunia.

Kini keseharian Yudi mengajar di Fakultas TekniK UGM. Dan tercatat sebagai staf pengajar jurusan Teknik Fisika. Di sela-sela mengajar dia juga aktif melakukan penelitian sebagai bentuk pengabdian beliau yang seorang ilmuwan. Di sisi lain dia juga menjabat sebagai direktur PT Batan Teknologi.

Sumber: jaist.ac.jp

Leave a Reply