Tarian Gantar! Tarian Saling Mengenal Muda-Mudi

Seni & Budaya

tari gantar

 

Pada waktu sekarang ini banyak orang yang sudah melupakan akan budaya yang dimiliki oleh bangsa sendiri dan yang lebih menghawatirkan lagi adalah mereka lebih mengetahui budaya bangsa lain dari pada budaya dalam negeri. Misal saja kalau kita menunjuk salah satu wilayah negara kesatuan republik Indonesia yaitu Kalimantan Timur. Sebuah wilayah provinsi yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia.

Sejarah Kalimantan Timur, Sebelum masuknya suku-suku dari Sarawak dan suku-suku pendatang dari luar pulau, wilayah ini sangat jarang penduduknya. Sebelum kedatangan Belanda terdapat beberapa kerajaan yang berada di Kalimantan Timur, diantaranya adalah Kerajaan Kutai (beragama Hindu), Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura, Kesultanan Pasir dan Kesultanan Bulungan.

Beranjak dari sejarah dan kalau kita mengetahui setiap daerah atau wilayah itu melahirkan budaya yang salah satunya itu berbentuk kesenian. Hal ini juga yang ada pada Kalimantan Timur yaitu seni tari, Salah satu jenis tari yang ada itu adalah seni Tari Gantar. Tarian ini banyak dilakukan oleh muda-mudi sebagi ajang saling mengenal.

Sejarah awal mula tari ini berdasarkan pikiran mitos yang berkembang di masyarakat Kalimantan timur. Terutama dua suku yang ada yaitu suku Dayak Tanjung dan suku Dayak  Benuaq. Kedua suku ini mendapat cerita turun temurun tentang ungkapan kebahagian dua orang putri yang hidup dikayangan yang telah membunuh ayah tirinya dengan sumpit. Alasan mereka membunuh ini sebagai bentuk balas dendam terhadap ayah tiri yang telah membunuh ayah kandungnya. Kejadian ini dapat diketahui oleh manusia yang dapat menembus alam dewa.

Manusia yang mengetahui pembunuhan itu diketahui juga oleh dua putri itu yang lalu mendatanginya agar si manusia itu tidak menyebarakannya. Namun manusia itu memberikan syarat bahwa kedua putri dewa itu harus mengajarkan tarian yang mereka lakukan selepas membunuh ayah tirinya. Lalu manusia itu dapat melakuakan tarian itu dan memberi nama tarian itu dengan tari galah yang artinya kayu, padahal itu sumpit.

Tarian Gantar sendiri dilakukan dengan cara Keempat jari tangan yang memegang Kusak, menggemgam dari bawah ke atas, sedangkan ibu jari melingkari Kusak dari atas.  Pada saat menggerakkan tangan yang memegang Kusak sudut siku 25 derajat dan ke bawah hingga sudut 45 derajat dengan menggoncang-goncang bambu (Kusak). Tangan pergelangan yang aktif bergerak. Kedua gerakan tangan memegang Senak (tongkat) Keempat jari tangan memegang Senak, menggenggam dari sisi luar ibu jari menutup dari atas ujung tongkat (Senak). Tongkat (Senak) pada saat diangkat ujungbawah Senak kurang lebih 1 jangkal dari lantai dan ditaruh kembali hingga ujung bawah Senak bertumpu di dasar lantai di depan ujung jari kaki kiri.

Kemudian gerakan kaki dan gerakan berjalan Posisi awal kedua kaki sejajar. Sebelum kaki dilangkahkan, ujung jari kaki menumpu atau menyentuh lantai baru kemudian dilangkahkan, gerakan ini dilakukan bergantian dengan kaki melangkah kanan, kiri, kana, kiri dalam hitungan 1 sampai 4 atau sesuai yang dikehendaki pelatih tari. Tumit kaki menumpu lantai, sebaliknya jari-jari kaki ke atas dengan arah hadap kaki agak ke kanan 25 derajat dan lurus ke depan, lalu tumit kaki diangkat ujung jari-jari kaki menumpu lantai kemudian kaki ditarik ke belakang agak ke samping melampaui kaki kiri ujung jari kaki menyentuh lantai, berat badan pada kaki yang satunya.

Itulah gerakan yang ada dalam Tarian Gantar yang pada waktu sekarang ini ditampilkan juga untuk menyambut tamu. Ini menjadikan Indonesia memiliki seni dan budaya yang sangat luar biasa. Dan hal ini yang menjadikan salah satu aset bangsa yang dipunyai oleh bangsa Indonesia.

Sumber: Kaltimprov.go.id, phanikabelen.blogspot.com, indonesiakaya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *