Prof. Ir Mulyono Pangestu Sang Inovator “Cool Storage”

Prof.Ir. Mulyono Pangestu

Pada tahun 2000 ada sebuah penemuan yang sangat inspiratif karena dapat membantu negara yang sedang berkembang untuk dapat menghemat biayaya dalam pembekuaan sperma. Hal ini dapat ditemukan oleh ilmuwan Indonesia yang pada waktu itu masih menempuh pendidikan di Monash University. Namanya Prof. Ir. Mulyoto Pangestu pria kelahiran Pekalongan 11 November 1963 (50 tahun silam). Beliau adalah alumnus SMA 1 Tegal, kemudian melanjutkan ke Fakultas Peternakan di Universitas Jenderal Soedirman, sedangkan untuk masternya di University of Melbourne dan doktoralnya di Monash University.

Pada saat ini beliau adalah salah satu staf pengajar di Laboratorium Fisiologi dan Reproduksi Unsoed, selain itu beliau juga mengajar diberbagai universitas di Indonesia. Misalnya saja UGM, UNPAD, UNDIP dan Prof Mulyono juga diminta mengajar di Departemen Obstetri & Ginekologi Monash University. Ini telah menggambarkan akan keilmuwan yang dipunyai oleh seorang Mulyono telah membawanya sebagai salah satu penemu dari Indonesia yang mendunia.

Sedangkan untuk titik tolak dari kecermelangan intelektual beliau adalah saat menemukan teknik pembekuan sperma dengan biayaya murah atau yang biasa dikenal oleh cool storage. Penemuan ini telah mengantarkan beliau menyabet penghargaan tertinggi (Gold Award) dalam kompetisi young Invetor Award yang diselenggarakan oleh majalah The Far Eastern Economic Review dan Hewlett-Packard Asia Pasifik tahun 2000. Temuan ini banyak mendapat apresiasi dan pujian dari ilmuwan yang lain.

Penemuan ini banyak membantu negara yang kekurangan dana dalam mengembangkan peternakan. Sebab apa yang telah dilakukan oleh Mulyoto telah menjadikan alat pendingin dengan biayaya murah dan sangat terjangkau untuk negara berkembang. Alat ini terbuat dari dua lapis tabung plastik mini (ukuran 0,250 ml dan 0,500 ml) yang disegel dengan panas (heat-sealted), kemudian dibungkus dengan alumunium foil.

Akibat dari temuan itu banyak orang yang sangat terbantu untuk dapat membekukan sperma dengan alat yang sangat sederhana. Hal ini memberikan gambaran bahwa orang Indonesia pun mampu memberikan kontribusi dalam bidang ilmu pengetahuan. Kemampuan ini dapat membantu beberapa klinik bayi tabung di Indonesia untuk meningkatkan kualitas pelayanan Infertilitas di Indonesia.

Leave a Reply