Winai Dahlan, Pendiri The Halal Science Center, Chulalangkorn University Thailand

Tokoh Ilmuwan

Dari namanya, keknya familiar nih. Yups, bener (eh siapa juga yang nebak, hehe), beliau adalah cucu KH. Ahmad Dahlan, pendiri gerakan Muhammadiyah di Indonesia. Dan cucunya ternyata tidak kalah kerennya, karena beliau adalah pendiri The Halal Science Center, Culalangkorn University, Thailand.

Apakah beliau ulama? Memang sih keturunan Kyai, baik dari sisi bapaknya yang merupakan putra dari KH. Ahmad Dahlan, maupun dari sisi ibunya, karena kakek dari pihak ibunya adalah pendiri Mesjid Jawa di Bangkok. Nah bapaknya, Irfan Dahlan, anak keempat dari KH Ahmad Dahlan. Beliau bisa nyasar ke Thailand, karena ketika hendak pulang dari belajar agama di Pakistan, situasi Indonesia sedang perang.

13935625081904043722
Assoc.Prof.Dr.Winai Dahlan. Sumber: The Jakarta Post

Akhirnya Irfan memilih tinggal di Thailand. Disini ketemu deh, sama jodohnya, seorang perempuan keturunan Jawa juga, tetapi sudah lahir di Thailand.

Jadi, pak Winai Dahlan ini sudah lahir di Bangkok. Karena dari keluarga yang kuat agamanya, sudah diasumsikan bahwa pak Winai mendapatkan pelajaran agama disini,  tetapi beliau sendiri  menempuh pendidikan di Chulalangkorn University, di Food and Nutrition, Faculty of Allied Health Science.   Chullangkorn University ini termasuk universitas terbaik di Thailand, dan masuk jajaran 200 besar Universitas terbaik dunia. Sedangkan untuk Doktoralnya, beliau lulusan dari jurusan Medical Biology, Universite Libre de Bruxelles, Belgia.

Setelah lulus, beliau mengadikan diri  sebagai ilmuwan di universitas Chulalangkorn. Sekarang malah menjadi Ketua Riset Lipid and Fat Science. Beliau rajin menulis karya-karya ilmiah di jurnal lokal maupun internasional mengenai Pangan dan Gizi, termasuk ribuan artikel di majalah Weekly Magazine, sejak tahun 1989. Sekarang beliau adalah Associated Profesor dan terlibat di scientific training. Keilmuwanan Pak Winai Dahlan diakui dunia, sehingga masuk sebagai 16 ilmuwan Islam paling berpengaruh di dunia.

Dengan background agama yang kuat, tidak mengherankan Pak Winai berinisiatif mendirikan Halal Science Laboratory di Faculty of Allied Health Science. Ternyata laboratorium ini dilirik oleh ASEAN, sehingga berkembang menjadi Halal Science Training Center for ASEAN sejak tahun 1998.

Kemudian, pemerintah Thailand juga memberikan bantuan kepada lembaga ini, sehingga Pak Winai bisa membuka 2 cabang di Pattani dan Chiang Mai. Lembaga yang kemudian bernama The Halal Science Center ini mengembangkan:

1. metode-metode deteksi, termasuk melalui DNA, FID (Flame Ionization Detection) technique, dan sebagainya

2. mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi mengenai produksi pangan Halal. Sistem ini sangat canggih, dengan sekali klik, pihak otoritas yang ingin memastikan apakah produk ini Halal atau tidak, bisa melihat proses produksi suatu produk, mulai dari bahan baku hingga produk jadi.

3. mengembangkan informasi yang menjamin ke Halal’an kepada konsumen, karena dengan men-scanning barcode produk melalui HP, konsumen langsung bisa mengetahui tentang produk pangan tersebut, termasuk penelusuran ke Halalannya

Terakhir saya kutip kata-kata Assoc. Prof. Dr. Winai Dahlan sebagai berikut:

“What we desire is halal tayyib food. Halal means lawful for mankind to be consumed or utilized, while tayyib refers to good, safe, healthy and hygienic products. This means that halal is not only for Muslims. Halal is good for all,” Winai said.

referensi: http://peristiwa.kompasiana.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *