Produk unggulan Indonesia laris manis di China-ASEAN Expo (Caexpo)

Berita Baik Bisnis

Sejumlah produk unggulan Indonesia yang ditampilkan dalam ajang pameran dagang “China-ASEAN Expo” (Caexpo) di Nanning, Provinsi Guangxi, China, laris manis diborong sejumlah pembeli tidak saja dari lokal China, tetapi juga pengunjung dari negara lain.

“Pada hari kedua pameran saja, kami sudah mendapat pembelian senilai 60.000 Yuan sekitar 100 juta rupiah lebih,” kata Nurdin, salah seorang perajin hiasan interior dan eksterior batu alam di Nanning, Provinsi Guangxi, China di sela-sela Caexpo 3–6 September 2013.

Pria asal Sukabumi, Jawa Barat tersebut menambahkan,”hari pertama kami juga telah menandatangani kontrak pembelian hiasan batu alam senilai 800 juta rupiah. Untuk pameran ini, kami membawa enam ton hiasan batu alam,”.

Hiasan batu alam yang dipamerkan dalam kegiatan itu djual dengan harga mulai 50 Yuan hingga 10.000 Yuan, tergantung pada besar dan kecil serta bentuk dari batu tersebut.

Pantauan Antara para pembeli mayoritas adalah masyarakat China. Mereka tidak saja membeli satu jenis dan bentuk batu, namun juga ada yang membeli dua hingga empat jenis serta bentuk batu.

“Bahkan ada yang telah memberikan uang muka, untuk hiasan batu alam yang lebih mahal,” ungkapnya, sambil menunjukkan sejumlah hiasan batu alam yang telah terbungkus rapi dan siap diambil pembelinya.

Batik juga menjadi produk unggulan yang laris manis di ajang pameran dagang itu. “Sebagian besar pembeli menyukai kemeja, pakaian wanita, selendang serta kain batik. Rata-rata saya jual dengan harga 50 Yuan hingga 500 Yuan,” ucap Ewita Pratiwi, perajin batik dari Yogyakarta.

Ia menambahkan,”sampai hari ini saya sudah bisa kembali modal.”

Hal serupa juga dialami perajin batik Banten. Mayoritas pengunjung membeli pakaian wanita, “scraft”, sandal kayu motif batik, kain batik, dan tas.

“Saya suka batik, tetapi kenapa mahal ya,” ujar Mei Lei, salah seorang pembeli. Meski agak keberatan dengan harga yang ditawarkan, tetapi akhirnya dia membeli pakaian wanita batik seharga 350 Yuan.

Salah seorang pembeli asal Myanmar Srwan, selain membeli beberapa scraft, juga membeli sandal kayu batik, dan kain batik tulis.

“Saya sudah lama mengenal batik Indonesia, dan keluarga saya juga telah mengenakan batik Indonesia,” ujarnya, yang mengenal batik saat mendampingi suaminya bertugas ke Indonesia.

Pengalaman manis juga menghampiri perajin kulit kayu Papua Barat Ester Karaway. Dalam sehari dia bisa menjual lukisan kayu, patung Asmat masing-masing hingga mencapai nilai 1.000 Yuan.

Sedangkan untuk kerajian kerang, dia berhasil meraih rata-rata 200-300 Yuan. “Para pengunjung tidak perlu takut kehabisan, karena kami membawa bahan-bahannya dan bisa kami kerjakan sambil berpameran,” katanya, yang telah menjual produknya ke Belanda, Belgia dan Jepang.

Selain batik, furniture Indonesia juga banyak diborong, begitu pun dekorasi dan perhiasan perak, mutiara dan lainnya.

sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *