Pelajar Magelang Belajar Olah Sampah Jadi Barang Bernilai

Berita Baik

MAGELANG, KOMPAS.com – Sampah hingga saat ini masih menjadi persoalan penting dalam lingkungan manusia. Perlu pengetahuan dan keterampilan tertentu untuk mengolah sampah menjadi sesuatu yang berguna.

Seperti dilakukan oleh sejumlah siswa SMA se-Kota Magelang yang mengikuti pelatihan dan belajar membuat kertas daur ulang di gedung Tri Bhakti, Kota Magelang, Kamis (16/5/2013).

Dalam kegiatan yang digagas para aktivis PKK Kelurahan Gelangan, Kota Magelang itu, para pelajar diberi pelatihan dasar pemanfaatan barang-barang yang sudah tidak terpakai atau rusak untuk didaur ulang dengan menggunakan kain perca. Proses itu mulai dari menyediakan bahan-bahan, penjahitan, pewarnaan, dan finishing penambahan pernak-pernik.

E. Toelastri, salah satu anggota PKK Kelurahan Gelangan mengungkapkan, pelatihan kerajinan aksesoris ini merupakan sebuah cara untuk mengampanyekan pengelolaan sampah yang baik dan benar.

“Kami ingin anak-anak sekolah ini cakap dalam melakukan proses daur ulang. Tidak hanya itu saja, tapi juga memberikan kepada mereka tentang budaya mengelola sampah dengan baik,” katanya saat mengisi pelatihan bersamaan dengan acara Gebyar Buku Arsip dan Budaya 2013.

Menurut Toelastri, banyak benda bekas di sekitar kita yang barangkai dan hanya akan dibuang. Seperti tas rusak, sepatu rusak, T-shirt rusak, kotak sepatu dan sebagainya. Namun jika beri sentuhan kreatif sedikit saja benda-benda itu bisa mempunyai nilai seni dan ekonomi yang tinggi.

Namun demikian, Toelastri belum menerapkan sisi bisnis kerajinan itu. Pasalnya, sebagian besar para anggota PKK pun masih beranggapan sebuah kerajinan sangat bergantung dengan order atau pesanan.

“Kalau sisi bisnisnya belum. Soalnya ini masih kerajinan. Jadi, kita membuat kalau ada order. Tapi, kadang-kadang juga tidak ada pesanan pun kita tetap membuatnya,” katanya.

Riska Fitri Permatasari, salah satu peserta mengaku tertarik dengan kerajinan ini. Apalagi, mendaur ulang sampah sama halnya membudayakan program kebersihan lingkungan.

“Tidak hanya itu, karena perajin biasanya juga mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat. Makanya, saya dan teman-teman tertarik untuk mempelajari kerajinan daur ulang sampah,” kata salah satu siswi SMA Negeri 2 Magelang itu.

sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *